Postingan

Tugas PJJ Bahasa Indonesia ke - 2 9A

Ringkasan Materi A.    IMBUHAN dalam Bahasa Indonesia   Imbuhan adalah bunyi atau bentuk linguistik yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru, yang dapat mengubah makna maupun kelas kata. Jenis-Jenis Imbuhan dalam Bahasa Indonesia: 1. Prefiks (Awalan): Diletakkan di awal kata dasar (contoh: me-, ber-, di-, ter-, ke-, se-, pe-, per-). 2. Sufiks (Akhiran): Diletakkan di akhir kata dasar (contoh: -kan, -i, -an, -nya, -wan/-wati, -man). 3. Infiks (Sisipan): Disisipkan di tengah kata dasar (jarang digunakan, contoh: -el-, -em-, -er-, -in-). 4. Konfiks (Imbuhan Gabungan): Terdiri dari awalan dan akhiran sekaligus (contoh: ke-...-an, pe-...-an, ber-...-an, me-...-kan). 5. Simulfiks: Mengubah bentuk kata dasar secara fonologis (umumnya ragam lisan nonbaku, contoh: kopi → ngopi). 6. Imbuhan Serapan: Berasal dari bahasa asing (Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris, contoh: maha-, pra-, -isme, -isasi, -wi). Fungsi Imbuhan - fungsi utama imbuhan meliputi: - Membentuk ka...

Tugas PJJ Bahasa Indonesia 9A

 Link: - https://sbsvalid.blogspot.com/2026/01/materi-bahasa-indonesia-kelas-ix-smppjj.html - https://www.facebook.com/share/r/1QVtbnPVjJ/ Hubungan antara kedua link tersebut adalah, Sama-sama menjelaskan tentang majas pleoname dan kalimat aktif dimana Secara tata bahasa, pleonasme adalah bentuk pemborosan kata (tidak efektif), namun secara stilistika (gaya bahasa), ia adalah alat untuk memberi penekanan. Dalam penulisan berita, ilmiah, dan formal, pleonasme harus dihindari agar kalimat menjadi efektif. Kalimat ke-1  - "Pertama - tama marilah kita panjatkan" [ salah ] - "Yang utama marilah kita panjatkan" [ benar ] Kalimat kedua yang tepat, karena mengandung unsur kata efektif yang tidak bertele tele. Kalimat ke-2 - "Bapak ibu hadirin yang kami hormati" [ salah ] - "Hadirin yang kami hormati, untuk acara selanjutnya" [ benar ] Kalimat kedua yang tepat, karena mengandung unsur syarat kata orang kedua jamak yaitu "hadirin" yang berarti me...

Tugas Bahasa Indonesia

  1. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun cerita dari dalam, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang membentuk cerita dari luar. Unsur Intrinsik: - Tema: gagasan utama yang disampaikan dalam cerita.  - Tokoh dan Penokohan: pelaku dalam cerita yang memiliki watak dan karakter tertentu.  - Latar: gambaran tempat, waktu, dan suasana dalam cerita.  - Alur: rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.  - Sudut Pandang: pandangan pengarang terhadap cerita.  - Amanat: pesan moral yang ingin disampaikan pengarang.  - Gaya Bahasa: cara pengarang menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita.  Unsur Ekstrinsik: - Unsur Biografi: latar belakang pengarang yang mempengaruhi karya sastra.  - Unsur Sosial: konteks sosial yang mempengaruhi karya sastra.  - Unsur Nilai: nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra.  2. Istilah-Istilah dalam Karya Sastra A. Cerpen: - Abstrak: ringkasan ceri...

Pertanyaan dan masalah dalam buku TKA "Bahasa Indonesia"

 Pertanyaan dari: Khaliqah Avissa H , IX A 1. Apa perbedaan dia dan ia, serta kapan kita dapat menggunakannya?  2. Apa fungsi dari kalimat informatif dalam teks prosedur? 3. Kapan kita dapat menggunakan teks eksposisi?

Tanggapan Terhadap Video Pidato Persuasif

 https://youtu.be/8oUfOHwaPt0?si=vTtvG0aMbiO6p9Tj Tanggapan saya terhadap video di atas Video ini menyajikan momen inspiratif dan penuh kebanggaan melalui sambutan seorang siswa bernama Refan, anggota Paskibraka Nasional yang kembali ke sekolah setelah bertugas mengibarkan bendera pusaka. Dalam pidatonya, Revan menekankan pentingnya kedisiplinan, kerja keras, dan cinta tanah air. Ia juga mengingatkan bahwa olahraga bukan hanya soal fisik, tapi juga membangun karakter, persatuan, dan semangat juang. Pesan utamanya, mari jadikan olahraga sebagai budaya untuk kesehatan dan kekuatan bangsa.

Rangkuman BAB 2

 BAB 2 BAHASA INDONESIA : BUKU-BUKU BERCERITA A. Mengubah Petikan Cerpen Menjadi Teks Prosedur.  Fungsi teks prosedur: Teks prosedur bertujuan menyampaikan langkah-langkah melakukan suatu aktivitas agar mudah dipahami dan diikuti pembaca. Disusun secara sistematis dan berurutan. Biasanya menggunakan kalimat perintah dan penomoran.  Langkah-langkah: 1. Temukan arti kata dalam kamus.  2. Buat kalimat dengan kata tersebut.  3. Identifikasi kata baku dan tidak baku. Contohnya: hidayah bukan hidayat, praktik bukan praktik, respons bukan respon. Lembab bukan lembab, antre. bukan antri.  B. Mencermati Proses Penyerapan Kosakata Bahasa Indonesia.  1. Perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengalami perkembangan dengan menyerap kosakata dari berbagai bahasa seperti bahasa Melayu, bahasa daerah, bahasa asing. Bahasa Sanskerta merupakan salah satu bahasa asing yang sangat berpengaruh terhadap bahasa Indonesia, digunakan dalam penulisan kitab suc...

"Pertemuan dengan teman lama"

  "Pertemuan dengan Teman Lama"        Suatu hari yang cerah, aku tak sengaja bertemu dengan teman lama ku yang sudah lama tidak berjumpa. Saat dia menyebut namaku, hatiku langsung berdebar kencang dan kenangan masa kecil pun tiba-tiba kembali. Rasanya seperti waktu berhenti sejenak dan semua kenangan indah kami terulang kembali.   Kami pun duduk di sebuah warung kecil yang dulu sering kami kunjungi sambil mengobrol panjang lebar tentang cerita keseharian masing-masing. Mulai dari sekolah, teman baru, hingga keluarga. Lengkap kami bahas dengan penuh tawa dan rasa rindu yang lama terpendam.   Meski sudah lama berpisah, tetapi hubungan kami tetap kuat dan pertemuan itu membuat aku merasa hangat dan bahagia. Kami saling bertukar nomor telepon dan sepakat untuk lebih sering berkomunikasi dan bertemu.   Pertemuan tak terduga ini mengajarkan aku betapa pentingnya menjaga tali persahabatan walau jarak dan waktu memisahkan. Aku sadar bahwa ...