Rangkuman BAB 2
BAB 2 BAHASA INDONESIA : BUKU-BUKU BERCERITA
A. Mengubah Petikan Cerpen Menjadi Teks Prosedur.
Fungsi teks prosedur: Teks prosedur bertujuan menyampaikan langkah-langkah melakukan suatu aktivitas agar mudah dipahami dan diikuti pembaca. Disusun secara sistematis dan berurutan. Biasanya menggunakan kalimat perintah dan penomoran.
Langkah-langkah:
1. Temukan arti kata dalam kamus.
2. Buat kalimat dengan kata tersebut.
3. Identifikasi kata baku dan tidak baku.
Contohnya: hidayah bukan hidayat, praktik bukan praktik, respons bukan respon. Lembab bukan lembab, antre. bukan antri.
B. Mencermati Proses Penyerapan Kosakata Bahasa Indonesia.
1. Perkembangan kosakata bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia mengalami perkembangan dengan menyerap kosakata dari berbagai bahasa seperti bahasa Melayu, bahasa daerah, bahasa asing. Bahasa Sanskerta merupakan salah satu bahasa asing yang sangat berpengaruh terhadap bahasa Indonesia, digunakan dalam penulisan kitab suci Weda dan mempengaruhi bahasa Jawa, Bali, dan Melayu kuno.
Proses penyerapan kosakata secara langsung tanpa perubahan bentuk mengalami perubahan seperti perubahan bunyi fonologis, perubahan tulisan, grafemik, perubahan makna, semantik.
C. Mendapatkan Informasi Dari Teks Prosedur.
Strategi membaca untuk mendapatkan informasi optimal:
1. Baca pertanyaan terlebih dahulu untuk memahami fokus bacaan.
2. Baca sekilas untuk gambaran umum.
3. Baca kembali perlahan untuk memahami detail.
4. Hubungkan informasi dengan pengalaman pribadi.
5. Catat poin-poin penting dari bacaan.
D. Mencermati Teks Prosedur Berupa Infografik.
7 Langkah agar membaca selezat mengudap:
1. Baca sedikit demi sedikit, tidak perlu membaca langsung banyak. Cukup satu halaman asal dipahami isinya.
2. Tetapkan tujuan. Tentukan alasan kenapa kalian ingin membaca buku tertentu.
3. Siapkan pertanyaan. Buat pertanyaan atau pernyataan tentang topik yang akan dibaca.
4. Baca dulu sepintas lalu. Lihat ringkasan di sampul belakang. Baca lisensi atau tanyakan pendapat orang lain.
5. Buat catatan. Catat hal penting, menarik, aneh, atau meragukan saat membaca.
6. Susun ulang. Tuliskan kembali isi bacaan dalam bentuk gambar atau kalimat singkat.
7. Bagikan komentar. Berikan komentar atau pendapat tentang buku kepada orang lain.
E. Membaca Nyaring Teks Bertema Buku.
Untuk membaca nyaring dengan baik, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Baca dalam hati terlebih dahulu dan tandai bagian-bagian penting seperti pemenggalan kata dan kalimat.
2. Posisikan tubuh dengan tegak, baik saat duduk maupun berdiri.
3. Lakukan pemanasan suara dengan melafalkan vokal IWO sambil mengubah bentuk bibir.
4. Gunakan intonasi yang tepat sesuai isi teks seperti membaca seolah sedang berbicara jika teks bersifat percakapan.
5. Perhatikan tanda baca dan bacalah sesuai makna serta jeda yang ditunjukkan oleh tanda baca tersebut.
6. Ucapkan kata-kata dengan jelas dan suara yang cukup keras, tapi tetap nyaman untuk didengar.
F. Mempraktikkan Prosedur Membuat Poster.
Cara membuat poster kegiatan di TBM:
1. Perencanaan.
2. Membuat draft poster.
3. Presentasi
4. Revisi.
5. Tampilkan dan jelaskan poster di depan kelas. Sampaikan gagasan secara jelas dan percaya diri. Tanggapi pertanyaan serta terima masukan dari guru dan teman.
G. Mempraktikkan prosedur wawancara.
Wawancara adalah bentuk percakapan antara dua orang, yaitu pewawancara dan narasumber untuk memperoleh informasi tertentu.
Agar wawancara berjalan lancar, perlu mengikuti prosedur sebagai berikut:
1. Menentukan tema wawancara.
2. Mempelajari masalah yang berkaitan dengan tema.
3. Menyusun garis besar pertanyaan. Dan jika perlu dikirimkan terlebih dahulu ke narasumber.
4. Menentukan dan mencari informasi tentang narasumber.
5. Membuat janji dengan narasumber.
6. Menyiapkan alat wawancara seperti buku catatan atau alat perekam.
7. Meminta izin untuk merekam wawancara.
8. Memulai wawancara dengan perkenalan sebelum mengajukan pertanyaan.
9. Mencatat hal-hal penting selama wawancara meskipun menggunakan alat perekam.
10. Menyusun laporan hasil wawancara untuk mengevaluasi informasi yang sudah dan belum diperoleh.
H. Teks prosedur
Imbuhan Wan berasal dari bahasa Sanskerta umumnya digunakan untuk kata benda nomina menunjukkan orang yang memiliki sesuatu, ahli atau berprofesi dalam bidang tertentu.
Contoh:
1. Bangsawan berarti orang yang berasal dari keturunan bangsawan.
2. Hartawan berarti orang yang memiliki harta.
3. Ilmuwan berarti orang yang ahli dalam bidang ilmu.
4. olahragawan orang yang berprofesi di bidang olahraga.
* Ketidaktepatan penggunaan "-wan" pada kata kerja imbuhan. Wan tidak digunakan pada kata kerja verba.
Contoh penggunaan yang salah:
1. Relawan dari kata kerja rela tidak tepat.
2. Pirsawan dari kata kerja pirsa tidak tepat.
I. Menyimak video atau teks prosedur yang dibacakan.
Tujuan: Meningkatkan kemampuan menyimak dan memahami informasi dari video atau teks prosedur khususnya terkait pendirian taman bacaan masyarakat.
Kegiatan menyimak video atau teks mengenai proses pendirian taman bacaan masyarakat termasuk peran sukarelawan. Video atau teks dapat diakses melalui internet dengan kata kunci prosedur mendirikan taman baca langkah menjadi sukarelawan taman baca.
J. Mempraktikkan prosedur menulis esai.
Langkah-langkah menulis esai:
1. Riset.
Amati lingkungan sekitar tentukan hal yang menjadi perhatian atau keprihatinan.
Contoh: ketergantungan anak-anak pada gawai, pengelolaan sampah, hewan terlantar, DLL, dan lain-lain.
2. Mengumpulkan rujukan.
Kumpulkan data dari wawancara, orang tua, tetangga, guru, dan sumber bacaan. Cari informasi dan pengalaman orang lain terkait topik yang dipilih.
3. Menyusun outline.
A. Latar belakang alasan pentingnya tema.
B. Informasi rujukan yang relevan.
C. Pendapat pribadi, keprihatinan, harapan, dan solusi.
D. Kesimpulan.
4. Menulis esai
usun esai berdasarkan outline sertakan gagasan pribadi yang diperkuat dengan data dan rujukan. Struktur esai terdiri atas pembuka, isi, pendapat penulis, dan penutup.
Komentar
Posting Komentar